Penggunaan Obat-obatan yang Menginduksi Hiperkalemia

Oleh : Zulfan Zazuli, S.Farm, Apt.

 

Secara sederhana, hiperkalemia adalah suatu kondisi dimana konsentrasi ion kalium (K+) dalam serum. Kalium merupakan ion dalam tubuh yang berperan vital dalam jalur ‘komunikasi’  antar sel.Selain itu kalium merupakan kation utama yang terdapat dalam cairan intraseluler (bersama bikarbonat) berfungsi sebagai buffer utama. Kurang lebih 80-90% kalium dikeluarkan di urin melalui ginjal. Aktivitas mineralokortikoid dari adrenokortikkosteroid juga mengatur konsentrasi kalium dalam tubuh. Hanya sekitar 10% dari total konsentrasi kalium dalam tubuh berada di ekstraseluler sedangkan 50 mmol berada dalam cairan intraseluler.

Konsentrasi kalium normal dalam serum yaitu :

  1. 3,6 – 5,2 mEq/L untuk usia 0-17 tahun.
  2. 3,6 – 4,8 mEq/L pada usia diatas 18 tahun.

Secara klinis,implikasi hiperkalemia adalah perubahan fisiologi pada konduksi saraf, fungsi otot, keseimbangan asam-basa, dan kontraksi otot jantung.

Sebagi informasi tambahan, selain lewat uji lab, gejala hiperkalemia dapat dilihat dari grafik EKG (Elektrokardiogram) pasien yaitu sebagai berikut.

Salah satu penyebab utama meningkatnya kadar kalium adalah asupan obat-obatan yang dapat meningkatkan konsentrasi kalium baik efek dari penggunaan single drug maupun kombinasi obat, diantaranya :

  1. Suplemen kalium (Contoh di pasaran : KSR®)
  2. ACE (Angiotensin Converting Enzyme) inhibitors, seperti captopril, enalapril, dan ramipril
  3. Diuretik hemat kalium seperti spironolactone dan triamterene
  4. Β-blocker, seperti atenolol, propranolol, bisoprolol
  5.  Digitalis jantung, yaitu digoxin.
  6. Sulfametoxazole – trimetoprim.
  7. NSAID (Non-steroid Antiinflamation Drugs) atau obat antiinflamasi nonsteroid, seperti aspirin/asetosal, ibuprofen, meloxicam, diclofenac (baik kalium maupun natrium).
  8. Kombinasi diuretik hemat kalium dan golongan ARB (Angiotensin Receptor Blocker, seperti valsartan, irbesartan, dan telmisartan)
  9. Kombinasi sesama ACE inhibitor
  10. Kombinasi ACE inhibitor dengan suplemen kalium
  11. Kombinasi ACE inhibitor dengan diretik hemat kalium

Pengobatan yang menginduksi hiperkalemia umumnya terjadi pada pasien dengan diagnosis terkait penyakit kardiovaskuler seperti hipertensi, dan heart failure.

 

Peran Apoteker

Apoteker rumah sakit sebagai partner dokter perlu untuk melaksanakan TDM (Therapeutic Drug Monitoring) melalui aktivitas visite bersama tenaga kesehatan lain untuk memastikan pengobatan yang diterima pasien dapat dipertanggungjawabkan risk-benefit ratio-nya sehingga pasien terhindar dari medication error. Selain itu pasien perlu diberikan informasi melalui konseling obat agar pasien menyadari dan waspada betul gejala dari hiperkalemia dan dapat segera melaporkannya kepada dokter atau apoteker.

Berikut adalah tatalaksana ketika pasien mengalami hiperkalemia (aafp.org).

 

Sumber :

Kemenkes RI. 2011. Pedoman Interpretasi Data Klinik

Chew, M. Et.al. 2001. Hospital Pharmacy Vol 36. Facts and Comparisons.

aafp.org

wikipedia.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s